oleh Guntur Bisowarno S.Si. Apt
Apoteker Jamoe Nusantara
Apoteker Herbalis Nusantara
Apoteker Bambooe Nusantara
Apoteker Batike Nusantara
yg tinggal di Purwosari Pasuruan Jatim
085235807140
Kajian & Penalaran Serta Kecerdasan Multidimensional Rasa Rasha
Menggunakan Penemuan IPTEK Terapan
Berdasarkan Alat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi LIMAS BAMBOO : LIMBOO
Dan Kartu Kepemimpinan dan Manajerial Nusantara : Alat Ukur Kepemimpinan Hasta Borobudur IX
Pengertian ARTI dan MAKNA:
ARTI itu (yang tersurat), dan atau
segala sesuatunya yang dapat kita terima/tangkap oleh Panca Indra: "yang
teraba, yang terasa, yang terdengar, yang terucapkan = bermakna
"SAMPAI".
MAKNA itu (yang tersirat), dan atau segala sesuatunya
yang berkaitan dengan "sebeb-akibat/ pengaruh-dampak/ hulu-hilir",
sehingga perlu adanya daya pencarian untuk memahaminya (daya
intelijensi) = bermakna "TEMPAT/WADAH/WAHANA"
JUJUR DAN LURUS
Bila JURUS itu sifat, simbolnya tegak
(vertikal), bermakna tunduk patuh pada hukum Pencipta. Sedangkan LURUS
juga sifat, simbolnya sama tinggi (horizontal), bermakna
hormat-menghormati sesama hidup.
JUJUR TIDAK HARUS LURUS
Bila Jujur itu benda, simbolnya bermacam wujud (bentuknya beraneka
ragam), bermakna berbeda akan peran, satu (dalam fungsi). Sedangkan
LURUS itu benda. simbolnya garis lurus (bisa tegak, dan bisa horizontal,
bila disatukan = +), bermakna jalan khusus (dikehendaki)....
MERAH PUTIH
Bila dihubungkan dengan wujud darah dalam badan raga
ini....., MERAH itu sel (unsur/ bagian terkecil) pembentuk darah = Unsur
Pembentuk Wujud. Dan PUTIH itu getah (perekat/pelapis/pelindung) bening
(berwarna benih) = pelapis/pengaman. Sehingga dapat disimbulkan bahwa
"MERAH DIINDUNGI OLEH PUTIH"
AIR / BANYU
AIR tergolong ke-3 dari 3, dinding pembatas warananya
dzat, yang mengeluarkan 3 (tiga) energi misteri daya hidup,
terejawwantah dalam tingkatan kijab atau dinding batasan energi yang
antara lain;
a) Kijab embun air hidup, intisari murni misteri daya hidup yang menjadikan keberadaan Suksma
b) Kijab Nurasa/Cahaya Rahsa, intisari murni misteri daya hidup yang menjadikan keadaan Rahsa
c) Kijab Nur Cahaya/ Cahayanya cahaya, yang terang benderang tanpa
bayangan intisari murni misteri daya hidup yang menjadi keberadaan Atma=
Roh.
ASAP (KUKUS)
Asap tergolong ke-2 dari 3, dinding pembatas
warananya dzat, yang mengeluarkan 3 (tiga) energi misteri daya hidup,
terejawwantah dalam tingkatan kijab atau dinding batasan energi yang
antara lain;
a) Kijab PEPETENG/Gelap, intisari murni misteri daya hidup, yang menjadikan keberadan energi Napas
b) Kijab GUNTUR/Getaran suwara, intisari murni misteri daya hidup yang mengeluarkan energi Pancadriya
c) Kijab GENI/Api, intisari murni misteri daya hidup yang mengeluarkan energi Napsu_
URUH
Uruh tergolong 1 dari 3, dinding pembatas warananya dzat. Uruh
sejenis embun yang paling halus, dan merupakan awal dari kejadian
keberadaan hidup berkehidupan. Terdapat tiga tingkat uruh:
1) Kijab Kisma/ intisari murni misteri daya hidup Tanah yang mengeluarkan jasad luar antara lain: Kulit, daging dan sejenisnya.
2) Kijab Rukmi/intisari murni misteri daya hidup Bulan yang
mengeluarkan jasad/organ dalam tubuh antara lain: Otag, Jantung,
Manik/mata dan sejenisnya
3) Kijab Retna/intisari murni misteri daya
hidup Bintang yanag mengeluarkan organ tubuh yang lebih halus antara
lain: Mani/sperma, darah, sungsum dan sejenisnya.
TRITUNGGAL = TRIBAWANA LANGGENG = SUKMA TUNGGAL = KODIM AZALI ABADI
Meliputi:
(1) SUKMA SEJATI = sukmanya hidup yang berada pada manusia, yang menghidupi KODRATnya manusia.
(2) SUKMA KAWEKAS = sukma awal sekaligus akhir, disebut juga SUKMANYA GUSTI.
(3) ROH KUDUS = Roh Suci yang menjadi hidup sejatinya manusia.
SURGA CAHAYA WARNA
HITAM, ibarat mustikanya bumi wujud kenistaan cipta, bila diam akan menjadi bangsanya Jin Hitam.
MERAH, ibarat Mustika Geniyara, kejadian dari dustanya cipta, bila diam di dalamnya bangsanya Jin Merah
KUNING, ibarat Retno Dumilah, kejadian dari dosanya Cipta. Apabila tetap dialam disitu kemungkinan menjadi bangsanya Jin Kuning
PUTIH/ SAMARA, ibarat manik Maya, itulah kejadaan dari setianya Cipta
apabila tetap disitu kemungkinan akan menjadi bangsanya Jin Putih
HIJAU, ibarat Manik Tejamaya itulah kejadian dari santosanya cipta bila
tetap berada disitu kemungkinan akan menjadi ratunya Jin Hijau.
BIRU, ibarat Manik – manik. Itulah kejadian dari sambawanya cipta, apabila tetap disitu kemungkinan menjadi ratunya Jin Biru.
UNGU, ibart manik Pusparaga, itu kejadian dari terlaksananya Cipta,
apabila tetap berada disitu kemungkinan akan menjadi ratunya Jin Ungu
DADU, ibarat Merah delima itu adalah kejadiaan dari, pergeseran
cipta/perubahan cipta. Apabila tetap disitu kemungkinan akan menjadi
ratunya Jin Dadu. Seketika itu terciumlah bau harum yang menarik rahsa
dan jangan sampai dirasakan kemungkinan akan masuk sorga penasaran.
SANG AHLI / SANG MPU
Keahlian adalah wujut JATI DIRI yang BERKARAKTER.
Bila suatu urusan tidak diberikan pada AHLINYA, tentu tidaklah
menjadikan sesuatunya berhasil guna, manfaat, dan fungsinya. Malah
rusaklah tatanan yang ada.
Sarana/ Media Dasar pembentuk keahlian:
* AHLI MENDENGAR
* AHLI MELIHAT
* AHLI PERABA
* AHLI PERASA
* AHLI MEMBAU / PENCIUMAN
Sarana tersebut, tergolong dalam panca indra. Tidak mutlak dasar
tersebut menjadi Sang MPU. Keahlian didapat dari pengolahan sumber
sarana tersebut, yang pada akhirnya KEAHLIAN hanyalah SATU yang
dimilikinya. Marilah berdiam/ mendiami JATI DIRI keahlian diri kita
masing-masing, sehingga tidak menjadikan tatanan yang indah menjadi
rusak.
Salam Rahayu Sagun Dumadi. Semoga kita senantiasa diliputi
ilham keluhuran, sehingga dalam tiap berbuat, tentunya atas ridho dan
kehendakNya.
TUNTUNAN
Semua yang kita lihat, dengar, raba, rasa-perasa dapat
menjadi tuntunan yang bersumber pada otak (sebagai nama wujud akal).
Sedangkan apa yang kita jalankan melalui gerak seluruh organ tubuh
adalah petunjuk/ arah (pitutur), bersumber pada hati/rasa/rahsa. Satukan
tuntunan dan arah, disitulah sebuah keputusan, hingga terbukalah jalan
untuk kita lalui._
7 TINGKATAN ENERGI SUKMA
1) Pertemuan Jasad dengan Napas, disebut dengan nam Suksma Wahya, artinya suksma lahir.
2) Pertemuan Napas dengan Budi, disebut dengan nama Suksma Dyatmika, artinya suksma batin.
3) Pertemuan Budi dengan Napsu, disebut dengan nama Suksma Lana, artinya Suksma tetep/tetap/konstan.
4) Pertemuan Napsu dengan Nyawa, disebut dengan nama Suksma Mulya artinya Suksma Mulus.
5) Pertemuan Nyawa dengan Rahsa, disebut dengan nama Suksma Jati,
artinya suksma nyata juga disebut Suksma Rasa, artinya Suksma Rahsa.
6) Pertemuan Rahsa dengan Cahaya, disebut dengan nama Suksma Wisesa, artinya Suksma Wenang.
7) Pertemuan Cahaya dengan Urip/Hidup/ Chayu, disebut dengan nama Suksma Kawekas, artinya Suksma Awal dan Akhir.
NAPSU
Awal mula Napsu itu berangkat dari OTAK, dan berada di
HATI menjadai CIPTA, bila berada di JANTUNG menjadikan ENERGI BIRAHI,
keluarannya dari Jantung kemudian disebut NUPUS, diterima didalam hati
lagi menjadi ANPAS, menyatu tunggal perjalanan Darah kemudian menjadi
TANAPAS, merambah ke Maras/Pankreas menjadi NAPAS, tersebar seluruh
jasad raga kemudian mengeluarkan Swara lewat Mulut, oleh karenanya
sebabmusabab Cipta, Birahi, Nupus, Anpas, Tanapas, Swara itu secara
keseluruhan keluar dari Hawa Napsu.
ILMU DAN LAKU
Ilmu untuk mencari uang (bekal hidup), sebagai
manusia yang memiliki badan ragawi. Penuhi dengan berbagai ilmu yang
ada, dan ambillah 1 jalan untuk bekal.
Laku untuk mewujudkan
hidup itu sendiri (bekal jiwa), sebagai manusia yang berjiwa, memiliki
badan "roh-sukma". Kenalilah diri kita sendiri, dan perdalamlah hingga
selalu berdampingan, bahkan menjatu. Dia kan menjadi penuntun pada jalan
yang benar, untuk penyempurna hidup kita.
DAYA
Daya sesungguh berawal dari dalam diri kita, dan bersumber pada
rasa yakin padaNya, serta bentuknya tak berwujud (gaib). Terdapat guna
dan manfaat bagi semua, menjadikan tentram, Sedangkan Daya yang
bersumber dari luar, adalah daya yang bersifat wujud, diragukan (belum
tentu) untuk menjadikan tentram/ bahagia.
SIFAT WUJUD
Wujud (Badan), Qidam (Jasmani), Baqo (Daging),
Mukholafatulilkhawaditsi (Otot), Qiyamuhu binafsihi (Getih), Wakhdaniyah
(Rupo), Qodrat (Polah), Irodat (Karep), Ngilmu (Roh), Khayat (Urip),
Sama (Pangrungu), Bashor (Paningal), Kalam (Ilat), Qoodiron (Pengawas),
Muridan (Ati), Khayyan (Getih Putih), SAMI'AN (Getih Kuning), BASHIRON
(Getih Ijo), MUTAKALIMAN (Pangucap)
A-I-U-E-O
Menurut bahasa Indonesia, huruf tersebut termasuk vokal,
yang berarti bahwa huruf tersebut yang tidak memiliki bentuk huruf lain
bila diucapkan. Dalam makna hidup, huruf tersebut termasuk huruf
tunggal, bermakna kejujuran. A (berarti Alam/wahana/tempat/), I (berarti
Isi/ciptaanNya/penghuni), U (berarti
terikat/digerakkan/dikendalikan/ketergantungan), E (berarti wujud gerak
antar sesama hidup), O (berarti ikatan/hubungan/jaringan).