Minggu, 30 November 2014

Menyusun Arti dan Mengerjakan Makna

 oleh Guntur Bisowarno S.Si. Apt
Apoteker Jamoe Nusantara
Apoteker Herbalis Nusantara
Apoteker Bambooe Nusantara
Apoteker Batike Nusantara
yg tinggal di Purwosari Pasuruan Jatim
085235807140

Kajian & Penalaran Serta Kecerdasan Multidimensional Rasa Rasha 
Menggunakan Penemuan IPTEK Terapan
 Berdasarkan Alat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi LIMAS BAMBOO : LIMBOO


Dan Kartu Kepemimpinan dan Manajerial Nusantara : Alat Ukur Kepemimpinan Hasta Borobudur IX





Pengertian ARTI dan MAKNA:
ARTI itu (yang tersurat), dan atau segala sesuatunya yang dapat kita terima/tangkap oleh Panca Indra: "yang teraba, yang terasa, yang terdengar, yang terucapkan = bermakna "SAMPAI".
MAKNA itu (yang tersirat), dan atau segala sesuatunya yang berkaitan dengan "sebeb-akibat/ pengaruh-dampak/ hulu-hilir", sehingga perlu adanya daya pencarian untuk memahaminya (daya intelijensi) = bermakna "TEMPAT/WADAH/WAHANA"

JUJUR DAN LURUS
Bila JURUS itu sifat, simbolnya tegak (vertikal), bermakna tunduk patuh pada hukum Pencipta. Sedangkan LURUS juga sifat, simbolnya sama tinggi (horizontal), bermakna hormat-menghormati sesama hidup.
JUJUR TIDAK HARUS LURUS
Bila Jujur itu benda, simbolnya bermacam wujud (bentuknya beraneka ragam), bermakna berbeda akan peran, satu (dalam fungsi). Sedangkan LURUS itu benda. simbolnya garis lurus (bisa tegak, dan bisa horizontal, bila disatukan = +), bermakna jalan khusus (dikehendaki)....


MERAH PUTIH
Bila dihubungkan dengan wujud darah dalam badan raga ini....., MERAH itu sel (unsur/ bagian terkecil) pembentuk darah = Unsur Pembentuk Wujud. Dan PUTIH itu getah (perekat/pelapis/pelindung) bening (berwarna benih) = pelapis/pengaman. Sehingga dapat disimbulkan bahwa "MERAH DIINDUNGI OLEH PUTIH"



AIR / BANYU
AIR tergolong ke-3 dari 3, dinding pembatas warananya dzat, yang mengeluarkan 3 (tiga) energi misteri daya hidup, terejawwantah dalam tingkatan kijab atau dinding batasan energi yang antara lain;
a) Kijab embun air hidup, intisari murni misteri daya hidup yang menjadikan keberadaan Suksma
b) Kijab Nurasa/Cahaya Rahsa, intisari murni misteri daya hidup yang menjadikan keadaan Rahsa
c) Kijab Nur Cahaya/ Cahayanya cahaya, yang terang benderang tanpa bayangan intisari murni misteri daya hidup yang menjadi keberadaan Atma= Roh.




ASAP (KUKUS)
Asap tergolong ke-2 dari 3, dinding pembatas warananya dzat, yang mengeluarkan 3 (tiga) energi misteri daya hidup, terejawwantah dalam tingkatan kijab atau dinding batasan energi yang antara lain;
a) Kijab PEPETENG/Gelap, intisari murni misteri daya hidup, yang menjadikan keberadan energi Napas
b) Kijab GUNTUR/Getaran suwara, intisari murni misteri daya hidup yang mengeluarkan energi Pancadriya
c) Kijab GENI/Api, intisari murni misteri daya hidup yang mengeluarkan energi Napsu_


 URUH
Uruh tergolong 1 dari 3, dinding pembatas warananya dzat. Uruh sejenis embun yang paling halus, dan merupakan awal dari kejadian keberadaan hidup berkehidupan. Terdapat tiga tingkat uruh:
1) Kijab Kisma/ intisari murni misteri daya hidup Tanah yang mengeluarkan jasad luar antara lain: Kulit, daging dan sejenisnya.
2) Kijab Rukmi/intisari murni misteri daya hidup Bulan yang mengeluarkan jasad/organ dalam tubuh antara lain: Otag, Jantung, Manik/mata dan sejenisnya
3) Kijab Retna/intisari murni misteri daya hidup Bintang yanag mengeluarkan organ tubuh yang lebih halus antara lain: Mani/sperma, darah, sungsum dan sejenisnya.


TRITUNGGAL = TRIBAWANA LANGGENG = SUKMA TUNGGAL = KODIM AZALI ABADI
Meliputi:
(1) SUKMA SEJATI = sukmanya hidup yang berada pada manusia, yang menghidupi KODRATnya manusia.
(2) SUKMA KAWEKAS = sukma awal sekaligus akhir, disebut juga SUKMANYA GUSTI.
(3) ROH KUDUS = Roh Suci yang menjadi hidup sejatinya manusia.


SURGA CAHAYA WARNA
HITAM, ibarat mustikanya bumi wujud kenistaan cipta, bila diam akan menjadi bangsanya Jin Hitam.
MERAH, ibarat Mustika Geniyara, kejadian dari dustanya cipta, bila diam di dalamnya bangsanya Jin Merah
KUNING, ibarat Retno Dumilah, kejadian dari dosanya Cipta. Apabila tetap dialam disitu kemungkinan menjadi bangsanya Jin Kuning
PUTIH/ SAMARA, ibarat manik Maya, itulah kejadaan dari setianya Cipta apabila tetap disitu kemungkinan akan menjadi bangsanya Jin Putih
HIJAU, ibarat Manik Tejamaya itulah kejadian dari santosanya cipta bila tetap berada disitu kemungkinan akan menjadi ratunya Jin Hijau.
BIRU, ibarat Manik – manik. Itulah kejadian dari sambawanya cipta, apabila tetap disitu kemungkinan menjadi ratunya Jin Biru.
UNGU, ibart manik Pusparaga, itu kejadian dari terlaksananya Cipta, apabila tetap berada disitu kemungkinan akan menjadi ratunya Jin Ungu
DADU, ibarat Merah delima itu adalah kejadiaan dari, pergeseran cipta/perubahan cipta. Apabila tetap disitu kemungkinan akan menjadi ratunya Jin Dadu. Seketika itu terciumlah bau harum yang menarik rahsa dan jangan sampai dirasakan kemungkinan akan masuk sorga penasaran.


SANG AHLI / SANG MPU
Keahlian adalah wujut JATI DIRI yang BERKARAKTER.
Bila suatu urusan tidak diberikan pada AHLINYA, tentu tidaklah menjadikan sesuatunya berhasil guna, manfaat, dan fungsinya. Malah rusaklah tatanan yang ada.
Sarana/ Media Dasar pembentuk keahlian:
* AHLI MENDENGAR
* AHLI MELIHAT
* AHLI PERABA
* AHLI PERASA
* AHLI MEMBAU / PENCIUMAN

Sarana tersebut, tergolong dalam panca indra. Tidak mutlak dasar tersebut menjadi Sang MPU. Keahlian didapat dari pengolahan sumber sarana tersebut, yang pada akhirnya KEAHLIAN hanyalah SATU yang dimilikinya. Marilah berdiam/ mendiami JATI DIRI keahlian diri kita masing-masing, sehingga tidak menjadikan tatanan yang indah menjadi rusak.
Salam Rahayu Sagun Dumadi. Semoga kita senantiasa diliputi ilham keluhuran, sehingga dalam tiap berbuat, tentunya atas ridho dan kehendakNya.

 TUNTUNAN
Semua yang kita lihat, dengar, raba, rasa-perasa dapat menjadi tuntunan yang bersumber pada otak (sebagai nama wujud akal). Sedangkan apa yang kita jalankan melalui gerak seluruh organ tubuh adalah petunjuk/ arah (pitutur), bersumber pada hati/rasa/rahsa. Satukan tuntunan dan arah, disitulah sebuah keputusan, hingga terbukalah jalan untuk kita lalui._


 7 TINGKATAN ENERGI SUKMA
1) Pertemuan Jasad dengan Napas, disebut dengan nam Suksma Wahya, artinya suksma lahir.
2) Pertemuan Napas dengan Budi, disebut dengan nama Suksma Dyatmika, artinya suksma batin.
3) Pertemuan Budi dengan Napsu, disebut dengan nama Suksma Lana, artinya Suksma tetep/tetap/konstan.
4) Pertemuan Napsu dengan Nyawa, disebut dengan nama Suksma Mulya artinya Suksma Mulus.
5) Pertemuan Nyawa dengan Rahsa, disebut dengan nama Suksma Jati, artinya suksma nyata juga disebut Suksma Rasa, artinya Suksma Rahsa.
6) Pertemuan Rahsa dengan Cahaya, disebut dengan nama Suksma Wisesa, artinya Suksma Wenang.
7) Pertemuan Cahaya dengan Urip/Hidup/ Chayu, disebut dengan nama Suksma Kawekas, artinya Suksma Awal dan Akhir.



NAPSU
Awal mula Napsu itu berangkat dari OTAK, dan berada di HATI menjadai CIPTA, bila berada di JANTUNG menjadikan ENERGI BIRAHI, keluarannya dari Jantung kemudian disebut NUPUS, diterima didalam hati lagi menjadi ANPAS, menyatu tunggal perjalanan Darah kemudian menjadi TANAPAS, merambah ke Maras/Pankreas menjadi NAPAS, tersebar seluruh jasad raga kemudian mengeluarkan Swara lewat Mulut, oleh karenanya sebabmusabab Cipta, Birahi, Nupus, Anpas, Tanapas, Swara itu secara keseluruhan keluar dari Hawa Napsu.

ILMU DAN LAKU
Ilmu untuk mencari uang (bekal hidup), sebagai manusia yang memiliki badan ragawi. Penuhi dengan berbagai ilmu yang ada, dan ambillah 1 jalan untuk bekal.
Laku untuk mewujudkan hidup itu sendiri (bekal jiwa), sebagai manusia yang berjiwa, memiliki badan "roh-sukma". Kenalilah diri kita sendiri, dan perdalamlah hingga selalu berdampingan, bahkan menjatu. Dia kan menjadi penuntun pada jalan yang benar, untuk penyempurna hidup kita.

 DAYA
Daya sesungguh berawal dari dalam diri kita, dan bersumber pada rasa yakin padaNya, serta bentuknya tak berwujud (gaib). Terdapat guna dan manfaat bagi semua, menjadikan tentram, Sedangkan Daya yang bersumber dari luar, adalah daya yang bersifat wujud, diragukan (belum tentu) untuk menjadikan tentram/ bahagia.

 SIFAT WUJUD
Wujud (Badan), Qidam (Jasmani), Baqo (Daging), Mukholafatulilkhawaditsi (Otot), Qiyamuhu binafsihi (Getih), Wakhdaniyah (Rupo), Qodrat (Polah), Irodat (Karep), Ngilmu (Roh), Khayat (Urip), Sama (Pangrungu), Bashor (Paningal), Kalam (Ilat), Qoodiron (Pengawas), Muridan (Ati), Khayyan (Getih Putih), SAMI'AN (Getih Kuning), BASHIRON (Getih Ijo), MUTAKALIMAN (Pangucap)


A-I-U-E-O
Menurut bahasa Indonesia, huruf tersebut termasuk vokal, yang berarti bahwa huruf tersebut yang tidak memiliki bentuk huruf lain bila diucapkan. Dalam makna hidup, huruf tersebut termasuk huruf tunggal, bermakna kejujuran. A (berarti Alam/wahana/tempat/), I (berarti Isi/ciptaanNya/penghuni), U (berarti terikat/digerakkan/dikendalikan/ketergantungan), E (berarti wujud gerak antar sesama hidup), O (berarti ikatan/hubungan/jaringan).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar